Minggu, 14 Agustus 2011

Shalat yuk!

Apa yang diajarkan islam dalam shalat?



1. Islam mengajarkan bagaimana kematian.

Bagaimana islam mengajarkan bagaimana kematian dalam shalat? Saat seseorangmemulai shalat, ia menaruh tangan di atas dada, saat itulah ia ditunjukkan beginilah keadaan ia saat mati nanti. Tangan di dada, pandangan ke arah tanah. Dari tanah manusia diciptakan dan kesanalah ia akan kembali. Kemudian bacaan "Wajjahtu Wajhi..." sampai akhir menjadi syahadat kita. Maka ketahuilah shalat, niscaya anda akan mengetahui kematian. Perbaikilah shalat, maka akan memperbaiki kematian nanti.


2. Islam mengajarkan kesehatan.
Telah dibuktikan oleh para pakar-pakar kesehatan dunia, bahwa shalat terbukti menyehatkan tubuh. Mulai dari takbiratul ihram yaang melancarkan darah, getah bening, cairan limfe, serta oksigen. Selanjutnya ruku' yang bermanfaat menjaga fungsi serta posisi tulang belakang. Terus sujud yang memompa getah bening ke leher dan ketiak, bahkan bermanfaat bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan. Hingga salam yang merelaksasikan otot leher dan kepala. Semuanya bermanfaat melancarkan, serta menjaga fungsi organ tubuh. Sebagai latihan juga relaksasi bagi tubuh.


3. Islam mengajarkan persatuan.
Seluruh umat islam mengerjakan shalat menghadap ke satu kiblat, Ka'bah. Tidak ada yang mengerjakan shalat menghadap ke arah matahari terbit, matahari terbenam. Semuanya satu, Ka'bah. Tidak perduli itu Ahlussunnah waljamaah, syiah, liberal, murji'ah, mu'tazilah, bahkan ahmadiah pun KALAU shalat menghadap ke Ka'bah. Satu kiblat. Bahkan kalau di masjidil Haram, semua golongan shalat dengan satu imam, bukan setiap golongan satu imam. Hal ini menunjukkan bahwa islam mengajarkan unsur persatuan pada pemeluknya, bahkan pemeluk-pemeluknya yang tersesat.



4. Islam mengajarkan ketaatan pada pemimpin.
Bayangkan, seandainya dalam satu masjid orang-orang yang berjamaah arahnya berbeda-beda. Ke empat arah mata angin misalnya. Atau saling berlomba-lomba mencapai salam. Apa jadinya masjid tersebut? Disinilah fungsi imam diterapkan. Semuanya satu komando. One Word One Comment, istilahnya. Saat imam menghadap kiblat, ma'mum semuanya menghadap ke kiblat. Saat imam ruku', semuanya ruku'. Tidak ada yang terlambat, tidak ada yang mendahului. Apabila dilanggar, misalnya sendirian menghadap ke belakang, atau mendahului imam, konsekuensinya adalah batalnya shalat. Ini merupakan suatu konsep kepemimpinan. Dimana rakyat harus mengikuti arahan pemimpin. Tidak boleh ada yang membangkang, atau dirinya akan keluar dari rombongan.

5. Islam mengajarkan persamaan.


Sesungguhnya seluruh manusia itu sama. Sama-sama anak cucu adam. Sama-sama terbuat dari tanah, dan sama-sama kembali ke tanah. Di kehidupan sosial, anda pasti menemukan kesenjangan sosial diantara masyaakat. Kaya-miskin. Cantik-buruk. seolah-olah manusia itu diciptakan bergolongan-golongan. Ada yang kaya, ada yang miskin. Ada yang cantik, ada yang buruk. Saat shalat, manusia kembali ke fitrahnya. Yaitu sama-sama dari tanah. Tidak ada pembedaaan. Berdiri sama tinggi, sujud sama rendah. Inilah islam. Islam mengajarkan diatas manusia hanya Allah, dibawah manusia hanya tanah. Tidak ada golongan-golongan.

6. Islam mengajarkan politik.
Bagaimana politik dalam shalat? Lihatlah seorang imam. Seorang imam adalah orang yang baik kualitasnya, perbuatannya, amalnnya, bacaannya, ilmunya, juga ibadahnya. Yang terbaiklah yang menjadi imam. Sedangkan yang masih kurang dihararpkan mundur dan menjadi ma'mum dengan ikhlas. Bukannya malah pergi membuat jama'ah sendiri. Seperti itulah imam, pemimpin. Dalam kehidupan seperti inilah seharusnya para pemimpin dan pejabat bertindak. Jikalau pemimpinnya benar-benar yang terbaik, insyaallah tidak ada korupsi, kolusi, juga nepotisme di negeri ini.


7. Islam mengajarkan kesabaran
Dulu saya ketika SD pernah suatu subuh shalat di masjid A. Imamnya saat itu pak B. Pak B ini kalau imam, bacaannya pasti panjang dan lama. Subuh itu ditengah kantuk luar biasa, pak B mulai membaca surat pendek, yang menurut saya tak pantas lagi disebut pendek. Setelah berdiri begitu lama bertahan sambil bergoyang kesana kemari karena kaki saya sudah mulai tak kuat menahan beban, suara pak B terdengar, "Allahu Akbar". Saya langsung dengan lega ruku bersama teman-teman. Karena ngantuk kami tidak sadar apa-apa dan langsung ruku'. Suara pak B terdengar lagi, "Allahu Akbar". Koq bukan Sami'allahu ya?,
 pikir saya. Saat saya akan bangkit itulah saya baru sadar, ternyata jama'ah lain bangkit dari sujud, bukan ruku'! Sujud Tilawah! batinku. Cepat-cepat saya menyesuaikan diri. Selesai salam langsung sya lari tunggang langgang karena malu engan jama'ah lain. Walaupun sebenarnya saya kesal karena pak B bacaannya pajang, lama ditambah sujud tilawah lagi, saya sebagai makmum harus bersabar. Karena harus ta'at pada imam.

***

Mungkin ada diantara anda-anda sekalian yang berpikiran bahwa Allah memerintahkan shalat itu untuk kesehatan, atau sebagai latihan bagi umat islam. Tapi sebenarnya bukan itu. Hanya Allah yang tahu kenapa shalat diwajibkan. Hal-hal seperti kesehatan, persatuan itu hanya "efek samping" dari shalat. Inti shalat hanya Allah yang tahu, manusia tidak. Karena memang akal manusia tidak sampai kesana. Tidak masuk akal kan? Memang. Tapi ke-tidak-masuk-akalnya islam itulah masuk-akal. Hal ini wajar, karena mengingat islam dipelajari dengan rasio(akal) juga rasa(hati). Ada hal-hal yang dapat kita pahami dengan akal, ada juga yang tidak dapat kita pahami. Saat itulah kita pakai hati. Yang wajib kita yakini adalah shalat itu bukan untuk Allah. Lafaz Lillah berarti karena Allah bukan untuk Allah. Jadi untuk siapa? Ya untuk manusia sendiri.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar